Aku (Tidak) Menyesal

Aku tidak menyesal menghabiskan hari-hari memandang kemarin dan kemarin yang lain untuk menumpuk batu-batu kali di dada lalu melaganya dengan kepala hanya untuk merasa manusia

Aku tidak menyesal menghabiskan pundi untuk tiap butir obat warna-warni dan tidak menyisakan pada pesakitan sebenarnya agar aku bisa jumawa berkata sedang baik-baik saja

Aku tidak menyesal Puan menggadai farji untuk sampai sriwedari lalu kelana untuk bersauh pada surganya yang jauh

Hari ini surat-surat atas nama Puan telah terlayur di bara lengkara

Dan keniscayaan hanya belati bertuba yang mengoyak-ngoyak renjana

Kota tetap dengan awan legamnya dan kepala pekerja masih penuh oleh nota dan angka-angka

Sesal yang seharusnya berbunyi di tiap tapak yang merapal impiku untuk beranjangsana

Racau kata-kata yang simbah derai mata tidak akan menjadi esok yang lain

Tetap saja Puan enggan kembali

Leave a Reply