Bagaimana Taman Mengingat Bunga-Bunga

0. Intro

Kalau kau bilang kakimu lemas pada waktu itu, percayalah: sebelum mengucapkannya, tenggorokanku (entah bagaimana caranya) seakan punya nyawa sendiri dan dia hilang kesadaran mungkin lima menit. Ada banyak pertimbangan dan kegelisahan mengingat lama kita kenal dan jumlah jumpa belum banyak. Tapi aku tahu satu hal: aku punya perasaan padamu dan begitu pula sebaliknya. Aku ingin berlama-lama di stasiun hari itu, namun mengingat berjam-jam setelahnya kita hanya akan jadi dua patung dengan muka merah, aku pamit.

1. Tumbuh

Sebuah benih berhasil melepas ke-aku-an pada cangkangnya. Bisa jadi dia tumbuh baik hanya untuk berkata, “Dan begitu pula sebaliknya”.

2. Aku Ingin Berkeliling dengan Tidak Berhenti

Bagiku, tamanmu sebaliknya. Meski kau bilang taman-tamanmu tidak begitu menarik dan hanya menyajikan hal-hal yang “biasa, aku rasa itu yang membuat buah dan bunga di tamanmu menjadi sayang untuk dimakan semua. Aku nikmati beberapa dan aku sisakan nanti.

Kecuali taman yang bunganya sering kau kirimi secara pribadi. Tidak banyak, namun spesial. Bisa dibilang, aku beruntung telah menjadi salah satu benihnya.

3. Bagaimana Cara Taman Mengingat Bunga-Bunga

Bunga-bunga yang pertama tumbuh: gambar-gambar lucu, bajumu, buku rohani diantara komik, minuman-minuman dan penjualnya.

Bunga-bunga yang sedang dan akan: buku-buku, daftar perjalanan dan sefolder foto.

Bunga-bunga yang (aku harap) selalu: kita.

4. Mariposa

Bisa dibilang banyak percakapan kita adalah bagaimana menjejak sayap kupu-kupu di hulu hingga sampai pada kita yang hilir. Jangan mengecilkan jalan yang sudah kau lewati meski katamu tidak begitu menarik. Bagiku sebaliknya, jalan itu tidak mulus dan bisa saja menariknya dengan apa yang keluar dari mulutku. Kau hanya pengembara yang tidak lihai menulis jurnal perjalanannya, hanya itu saja.

Bila jalan lalu tidak begitu banyak bunga-bunga di setapaknya, maka persimpangan kita saat ini bisa dicoba. Entah besok atau lusa, tidak masalah. Tidak perlu tergesa-gesa.

5. Dua Paragraf Terakhir

Jujur, aku hanya membaca sekilah tulisan panjang ini saat aku menerima link-nya. Kamu bercerita banyak tentang duniamu belakangan setelah aku tinggal “me-time” (jujur aku masih lupa ini waktu untuk apa). Tapi rasa-rasanya aku memang harus menikmati buku itu secara pribadi.

Kabarku baik, dan perasaanku pun demikian.

6. Ruang

Biarkanlah ruang-ruang berganti isinya agar bertambah ragamnya. Hari ini bisa jadi bertambah pigura, besok entah catatan atau lusa dan selanjutnya yang mungkin beragam perabotan.

Begitupun hari-hari. Hari ini bisa jadi bertambah lantangnya, besok entah waktunya atau lusa dan selanjutnya yang mungkin beragam cara-cara yang kita tahu kita niscayakan.

Aku menyayangimu — demikian dalam bentuk aksara.

7. Outro

Beragam hal di atas aku tulis untuk pesan-pesanmu yang belum sempat terbalas. Hari ini aku tulis sekalian. Bertubi-tubi sekaligus berbunga-bunga (dan sedikit pilek). Maaf kalau tulisan-tulisan ini tidak begitu panjang dan belum bisa menghabiskan malam pergantian tahun bersama.

Selamat ulang tahun. Jangan pernah tertipu dengan angka-angka ini. Toh, jalan yang diukir setiap orang berbeda, kausa berbeda dan hal-hal lain yang juga berbeda. Tetap menjadi seperti apa adanya.

Bandung, 4 jam sebelum 2023.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *