Balada Kolektiva

Senang teramat karena sunyi

Tiada senar yang mendampingi

Karena yang aku ingin dihujan kata

Bukan berisik suara-suara

 

Bacakan puisi cukup hanya dua

Sisanya bernyanyi hingga pagi tiba

 

Oh, rutinitas hari minggu

Yang pelan-pelan jadi dua minggu

Kini hilang arah berminggu-minggu

Semakin hilang betulan, jadi berbulan

Karena sudah hilang panduan

(Ah, kadang, aku rindu acis)

 

Alerta! Alerta! Entah apa artinya yang penting alerta

Lalu saling panggil dengan istilah era Sukarno remaja

Bung, kamerad, tuan, puan, dan rekan sejawat

Dan merasalah lebih berbudaya dan bermartabat

 

Mari kita pesta di malam ini

Lalu besok dan besoknya lagi

Malam ini milik kita dan gulita

Lupakan siapa kita di besok paginya

 

Pesta kita di segala kausa

Peringatan hari, kita pesta

Buat karya, kita pesta

Isu pergerakan, kita pesta

Rilis ideologi, kita pesta

 

Yang penting kita bisa happy

Walau lupa makan dua hari

Walau ingat hutang di besok pagi

Walau sempak kemarin lupa dicuci

 

{Kita tuan pada masing-masing kebohongan}

 

Entah siapa yang harus dipercaya

Semua bibir versinya beda

Kujemput wahyu di dalam penjara

Oh astaga aku terpedaya

 

Yang disana serang disini

Yang disini sindir disana

Apa betul ini ciri kolektiva

Atau isi grup whatsapp keluarga

 

Orang-orang looser bangga jadi poser

Tiru orang lain karena minder

Berbahasa sukar biar dikira pintar

Padahal Cuma jadi bahan kelakar

 

Mending merecoki segala pejabat

Yang punya pangkat tanpa hasil kerja

Bersama buat wacana bikin proyek hebat

Tapi saat tenggat, hasil dan orangnya entah kemana

Bangsat!

 

Tulisan ini merupakan tulisan yang terakhir kali dibacakan di –

Leave a Reply