Berhitung

/1/
Jika kau meminta bagi kisahku, aku akan melakukan pengurangan egoku.
Sejumlah puisi? Aku akan buat perkalian, terserah kau berapa saja.

/2/
Kuadrat rindu dan akar temu. Seolah olah pangkat di sudut kanan bilangan itu berkedip pada dalam kurung kita. Mengejek yang masih berkutat pada desimal sisa pembagian bilangan prima. Apakah imajiner akan jadi selamanya?

/3/
Sinus dan Cosinus selalu terdengar cocok sekali. Seperti kau menyandang “nyonya” pada nama belakangku. Diantara persamaan garis kita berharap akan bertemu sudut sempurna 90 derajat itu.
Tapi sial. Masa lalu selalu menjadi Tangen diantara kita. Membentuk sudut yang entah besarnya, entah arahnya.

Leave a Reply