Hypernova

Hari itu entah bagaimana kita menjadi dekat.
Kita saling dekat-mendekati seperti tanpa spasi.
Semakin hari semakin dekat.
Semakin dekat semakin tak mengerti.

Hingga kala itu kita tersadar,
kita terlalu dekat.
Hati kita terlalu dekat namun rasa kita tidak.
Lalu percakapan terakhir diantara kita hanya menjadi tubrukan keras.
Hancur.
Tak ada yang bersisa bahkan percakapan-percakapan diantara kita.
Hingga akhirnya lubang hitam muncul dari dalam hati.
Rindu dan dendam menjadi gravitasi, sementara duka perpisahan menjadi abu kosmik yang menari-nari.
Hingga pada kala yang lain gavitasi itu membentuk sesuatu yang benar baru, rasamu yang bukan untukku.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply