Keramaian

Kepala-kepala terbalik,

menyesap kematian.

Pemanis berkali-kali mengusir isi,

mengamini setiap tetapi.

Kepalan tinju entah siapa dijejal bagai roti.

Sama nikmatnya dengan kegaduhan tetiba muncul dari televisi.

Jejal yang riuh, memaki.

Kepala yang lebih penuh ketimbang dompet yang selalu sepi.

Seseorang di sudut muram seperti kehilangan masa muda.

Di sudut lain seorang menangis karena menjadi tua.

Di antara mereka, Aku.

Tidur telentang dan nyaman dipersika.

Entah neraka atau surga, pertanda-pertanda tubuhku akan mengenyangkan salah satunya.

Leave a Reply