Kilometer Lima.

Aku menunggumu di kilometer lima.
Tempat dimana kau pernah menjadikan pundakku tempat bermuara.
Saat kau masih banyak bercerita tentang indahnya kejora dan aurora.

Aku masih menunggumu di kilometer lima.
Saat awalnya kita bermula biasa saja, namun terpercik rasa tak biasa yang menjadi asa.
Dan surat-suratmu untukku yang masih berulang kali kubaca.

Aku masih menunggumu di kilometer lima.
Sembari melihatmu di kejauhan denganya.
Yang menikung di kilometer tiga.
Lalu menemaninu di perjalanan hidupnya.

Dan aku masih menunggu di kilometer lima.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply