Lamunan.

Aku hanya ingin berbaring siang ini.
Menyisakan sisa imaji dari kehampaan mimpi.
Dan kecewa yang berhasil ku tumpuk hingga pagi.

Aku hanya ingin menutup ruanganku, menjadi temaram.
Dan menutup hati kecilku yang perlahan menjadi kelam.
Lalu perlahan-lahan mengoyak asaku dalam diam.

Aku berenang-renang dalam heningnya aurora.
Aku pernah hidup dalam utopia.
Dan menikmati setiap gigit ambrosia.

Aku tenggelam dalam kecewa yang menjadi biasa.
Hingga tak membedakan mana khayal dan mana nyata.
Hingga bertanya-tanya siapa aku sebenarnya?

Aku mencoba tidur lagi.
Mempertanyakan eksistensi sendiri.
Eksistensi dari sembahku tiap pagi.
Eksistensi dari kecewaku kini.
Eksistensi dari mati.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply