Membaca Kau

Satu masa terbangun aku.
Menjadi aksara yang candu di mimpi kau.
Hidup dalam mata kau yang tersenyum menjamahi titik koma aku.
Sembari mengoyak halaman yang memuat kata rindu.

Kau merapal pada sampul aku.
Menyesali masa lalu kau yang jatuh membuka aku.
Hujan menetes tidak di mana-mana, pun tidak di nama-nama.
Tetap aku basah di hilir dagu kau yang mengucur.
Menjadi gumpalan rindu yang aku.

Aksara jadi samar, kau jadi hambar.
Kata jikalau saling mengoyak diri masing-masing memisah; jika – kau.

Kata andai lalu diterbangkan angin bersama angka yang menghitung ketidakmungkinan kita.
Resah yang jadi pasrah sekejap menyapu kata aku.
Yang hanya berani hidup di aksara, mati di bicara.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply