Mudahnya Jualan Keripik Singkong di Kampung Digital

Hari minggu di awal bulan Maret ini aku mengikuti kelas SEOptimizer dari Kampung Digital. Mengingat waktu yang cukup luang dan ilmu yang dirasa masih kurang. Ah, rasanya tidak ada salahnya juga jika harus belajar dari awal. Kebetulan pula pemateri yang memberikan kelas kali ini adalah orang yang sudah tidak lama bertemu namun prestasinya sudah terbukti di jagat maya khususnya Google sebagai guru SEO khususnya di Medan. Tempatnya juga tidak terlalu jauh dari rumah, bertempat di Kafe Rumah Kita yang berada di sekitar Jalan STM.

Aku datang tepat di saat jam pendaftaran ulang yang sudah diperingatkan di Whatsapp sebelumnya. Saat memasuki Kafe Rumah Kita, ada sedikit rasa asing mengingat pada kelas-kelas seperti ini biasanya ada banyak sekali teman-teman blogger lain yang dikenal. Kali ini benar-benar banyak sekali wajah-wajah baru. Balik ke niat awal lagi sih, karena memang mau refresh ilmu-ilmu dari dasar lagi, jadilah aku tetap mengikuti kelas ini walau rasanya sedikit awkward karena tidak kenal dengan orang di kanan-kiri.

Apa Itu Kampung Digital

Acara ini sendiri digagas oleh Kampung Digital. Kampung Digital sendiri merupakan sebuah komunitas untuk berbagi dan belajar tentang kewirausahaan khususnya di era digital ini. Aku sendiri sudah cukup lama mengikuti media sosial Kampung Digital. Ada banyak sekali kelas-kelas baik online maupun offline yang sudah diselenggarakan. Namun karena kesibukan yang bermacam-macam, baru kali ini aku bisa mengikuti kelasnya secara langsung.

Setelah mengikuti serangkaian materi oleh sang pemateri, Wahyu  Blahe, aku merasa hal-hal yang disampaikan jadi segar kembali. Ada banyak sekali hal-hal yang selama ini masih diterapkan secara tidak sadar. Syukurlah, masih berada di jalan yang benar. Setelah sekian lama acara berjalan, ada satu momen seorang adik penjual keripik singkong (di Medan lebih akrab sebagai keripik ubi) yang tetiba muncul. Keluarlah sisi iseng dari bang Wahyu, dia menyuruh sang adik penjual untuk menjual secara langsung keripiknya di tengah-tengah kelas.

Setelah keripik singkong tadi habis, barulah muncul ide untuk menuliskan tentang si kripik singkong di acara Kampung Digital kali ini tercetus. Sekalian praktek, pikir bang Wahyu. Jadilah seluruh peserta praktek penerapan SEO dengan menuliskan artikel tentang keripik singkong ini sembari dibimbing oleh Wahyu Blahe sebagai pemateri. Hasilnya, meski banyak yang masih awam bahkan sudah lupa cara untuk ngeblog, namun di akhir ternyata semua menyelesaikannya sampai tuntas. Salah satu contoh karya dari kelas SEO ini bisa langsung di lihat di bawah ini.

mudah jualan singkong kampung digital
Adik penjual keripik. Hampir nangis karena malu.

 

Keripik dijual di kampung digital.
Keripik yang dijual.

 

anak kecil jualan singkong
Tetap laris ya, dek!

 

cuan dengan jualan keripik singkong
Hasil cuan dengan jualan keripik singkong di Kampung Digital.

Cara Buat Olahan Singkong

Mengingat singkong ini ada banyak sekali cara mengolahnya. Mulai dari rebus, goreng, kolak dan lain semacamnya. Namun tetap saja olahan yang paling tahan lama untuk dijual jatuh kepada olahan keripik singkong yang murah meriah. Keripik singkong cukup ramai dijual biasanya dengan gerobak yang seringnya dijual bersama dengan keripik pisang, namun kalau beruntung ada juga yang dijual bersama dengan keripik ubi rambat dan bermacam keripik jenis lain.

Cara Memasarkan Singkong

Ada banyak sekali cara memasarkan singkong. Seperti yang sudah disebutkan di atas, yang paling sering adalah dengan menjual keripik singkong ini keliling dengan gerobak. Tapi melihat adik-adik penjual keripik singkong mengingatkanku pada masa-masa aku mahasiswa. Tentu saja acara kemahasiswaan yang meriah itu tidak akan terlaksana tanpa adanya sesi jualan untuk menutup anggarannya. Cara memasarkannya pun beragam, mulai dari acara, keliling kampus bahkan dimakan sendiri saat tidak laku.

Pemasaran Keripik Singkong

Pemasaran keripik singkong juga bukan hal yang asing lagi. Aku sampai kenal dengan agen yang lokasinya ada di sekitaran teladan. Agen itu pula yang biasanya menjadi pemasok keripik dan aneka jajanan lain yang beredar di kalangan mahasiswa yang berjualan di USU. Aku bisa bilang begini karena baik saat masih di pers mahasiswa maupun di himpunan mahasiswa departemen, agen keripik yang ditunjuk ternyata sama dan satu tempat.

Macam-Macam Rasa Keripik Singkong

Saat ini, ada banyak sekali variasi rasa keripik yang kekinian. Tidak hanya keripik original yang rasanya dari garam, namun kini ada banyak perasa makanan yang berupa bubuk yang dijual. Variasinya pun macam-macam, ada balado, pedas, jagung bakar, sampai favorit saya rasa rumput laut. Kalau berminat untuk mengkonsumsi keripik singkong dengan rasa favorit sendiri, kamu juga bisa membeli keripik singkong sendiri dan mencampurkannya dengan perasa makanan pribadi.

Harga Keripik Singkong

Sebagai orang yang pernah merasakan berjualan keripik singkong di kampus, aku sudah tahu berapa harga singkong bahkan harga modalnya. Keripik singkong ukuran kecil biasanya modalnya tiga ribu rupiah dan dijual seharga lima ribu rupiah, sementara keripik berukuran besar biasanya harga modalnya tujuh ribu dan biasa dijual sepuluh ribu. Sementara harga snack lain bervariasi bergantung jenisnya. Dengan hitungan ini, Anda bisa menghitung omset jualan keripik singkong sendiri.

One comment

Leave a Reply