Nebula

Dalam matamu yang berpendar cahaya
Anak-anak dalam diri bermain melihat neon biru di langit-langit
Aku terjebak pada ruang yang melihatmu setengah telanjang
Hari ini yang memelukmu bukan aku, untuk sekali lagi

Saat aku tidak mencintai apapun selain gugus dan konstelasi
Aku bercermin pada hitam berisi galaksi
Aku enggan menapak dan membiarkan hanyut melayang dalam kehampaan
Semakin sesak kemudian dan keterpanaan akan masa lalu kian menyilaukan
Kata-kata yang kau anggap debu
Menjadi gunung-gunung hijau yang berputar
Dan segara yang begitu tenang kian menggumpal menjadi nimbus

Dirimu angkasa yang sering diintip teropong kaca
Kau muncul sembunyi-sembunyi dalam rumus dan angka
Saat kau tidak beriak menjalan setapak demi setapak cahaya
Kau memakan debu-debu yang lebih kecil sehari demi sehari
Saat kemudian kau sadar dirimu memakan dirinya sendiri menuju ketiadaaan

Leave a Reply