Nerotika

Aku kembali memimpikan benda-benda menghantam kau
Pigura, peti mati, kuas pelukis dan bibirku
Tiada kesamaan pada mereka selain keinginan untuk mengingat
Dan kau tahu yang paling lembut diantaranya adalah aku yang paling ingin menghapus bercak kenangan di lehermu

Bukit-bukit berpeluh malam ini penuh keluh, tanpa lenguh
Aku mengaminkan tangisanmu di tiap sulangan menuju akhir
Saat semburat biru samar-samar mengintip, kita memutuskan untuk bunuh diri

Kausa telah diputus kala baskara diutus
Maka tiada yang kembali selain imaji dan negasi
Bila kelak kau tiba-tiba ingat apa yang dilakukan bibirku
Saat itu aku telah menjadi salah satu tahi lalat di dadamu