Orang-orang di Akhir Minggu

Koran pagi selalu mengajariku bagaimana caranya menjadi berwarna dan ramah pada anak-anak di hari minggu lalu jadi si tua-hitam putih penuh gurat kriminal, sandiwara politik pun sesak kolom inflasi dan harga bahan pokok di hari yang lain.

Kadang aku tidur di atas berita-berita prestasi dan membuangnya esok hari. Aku selalu terbangun heran di atas kolom puisi yang semakin hari semakin nyaman. Mungkin kepalaku mencari yang lama sudah tiada; kenakalan remaja, raungan pada negara, kotornya realita dan kota, atau entah yang lain.

Seorang gadis kecil dengan kameranya datang ke arahku. Mengajak makan di restoran pojok jalan. Dia bertanya bagaimana rasa penggalan kakiku sendiri. Tentu saja seperti rasa koran di hari minggu.

Leave a Reply