Percobaan Kematian II

Betapa Tuhan begitu adil.

Dia membuatku merapal seluruh namanya malam ini.

Malam ini milik lampu-lampu depan mataku, jaket lusuh koyakku, darah tanganku dan pembatas jalan entah di kilometer berapa.

Baring yang lebih tenang ketimbang janji di tiap tahajud.

 

Betapa Tuhan begitu adil.

Dia membuatku mengingat harta yang dua puluh lima.

Malam ini milik seluruh lupa serta ingatan, sebab-akibat, pisah-jumpa, ketidaksengajaan dan banyak keajaiban yang disesalkan.

Tangis sungguh lebih lirih ketimbang rapal surgawi.

 

Betapa Tuhan begitu adil.

Dia membuatku hidup untuk bertahan dalam keadaan menyesali gagal mati.

Leave a Reply