Perencanaan Wilayah Kita

Jalanan dipenuhi urban yang menjadi titik bagi dirinya sendiri
Mereka tidak lari dari kesunyian desa
Tapi dari keresahaan di dada mereka sendiri

Lalu pemerintah mengatur tata ruang kita
Dengan bangunan-bangunan tinggi
Untuk dipenuhi hiburan-hiburan riuh yang membohongi sepi di dada sendiri
Dan taman yang sunyi untuk pengelana jujur yang hatinya kadung lebur

Tuhan juga ingin ikut campur
Membangun rumah-rumah ibadah yang menaranya menjulang ke langit namun pondasi yang nyaris rubuh
Seperti andai yang tak kunjung sampai dan doa yang mengangkasa, namun tetap yang rapuh adalah dada sendiri

Batas kota dipenuhi pabrik yang bising
Batas kita dipenuhi persimpangan yang asing

Akulah urban itu
Titik yang mengaburkan diri sendiri namun berharap jelas untuk dicintai

Akulah titik yang ingin menjumpai garis lain
Sebuah lengkung yang menjadi tanya tanpa jawab
Dan garis lurus yang berseru untuk awal baru
Maukah kau memilihkannya untukku?

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply