Rilisan Tunggal Terbaik Medan 2020: A Pandemic Travel

Respon baik datang dari banyak arah saat ulasan tentang Album dan EP Terbaik Indonesia 2020 meluncur ke linimasa. Sebagai penikmat skena lokal, rasanya beberapa rilisan lokal memang layak untuk “melangkahi” beberapa nama musisi nasional yang ada di daftar tersebut. Medan sebagai salah satu kota dengan skena musik yang beragam tentu saja turut berpartisipasi meramaikan tahun suram ini.

Tidak hanya album dan EP (extended play) saja yang berhasil menjadi ajang unjuk gigi para musisi lokal Medan. Beberapa nama malah menghentak tahun ini dengan rilisan tunggal (single) yang bersembunyi dan secara tiba-tiba mencuri perhatian. Salah satunya Nartok, rapper yang berhasil masuk dalam Under The Radar” oleh HIPHOPHORE. Masih ada banyak lagi nama yang masuk dalam pantauan sebagai penghasil karya-karya “gila” lainnya di tahun ini dan rasanya patut untuk didengar oleh khalayak ramai.

Daftar rilisan tunggal terbaik Medan 2020 ini terdiri dari rilisan tunggal serta track lain dari album ataupun EP selama 2020 dari musisi Medan dan Binjai. Tentu saja alasan memasukkan Binjai ke daftar ini karena jarak yang tidak terlalu jauh dan juga musisi yang sering bertandang dan saling bertukar talent saat bermain di gigs lokal. Sering kali talenta Medan main ke gigs di Binjai dan sebaliknya, seperti tidak ada batas.

Sama seperti daftar album dan EP terbaik kemarin, tentu saja ada rilisan yang tidak kalah bagus namun urung sampai telinga dan lewat dari pantauan.  Daftar berikut disusun dengan opini pribadi. Setelah dikumpulkan ternyata ada banyak sekali rilisan yang keluar di tahun ini. Beberapa track bahkan tidak ada di Spotify namun masih bisa dijangkau di Youtube. Dengan pertimbangan tersebut, maka aku sebagai penulis memilah 10 rilisan tunggal terbaik Medan 2020 dan selebihnya masuk ke daftar “dalam pantauan” (tanpa urutan). Bisa jadi, nama-nama dalam “daftar pantauan” akan balas dendam dan menghadirkan karya-karya yang lebih “kejam” di 2021 nanti.

Dalam Pantauan:

It’s Monkey Outside – Hola People

Grand Son – “I Wanna Rock N’ Roll”

In The Sky – “Enigma”

Kogness Park – “18/25”

Andjas – “Pra Bencana”

Greyflowers – “Drowning”

Dan para musisi lain yang sudah dikurasi ke dalam playlist di bawah ini (capek ngetik, wak!).

10. Beetleflux ft. Dara Delila – “Glitch”

Hal yang dibutuhkan agal pandemi tidak begitu seram, tentu saja sediaan berupa moodbooster, yang buatku pribadi tentu saja makanan dan musik yang enak. “Glicth” ini merupakan salah satu rilisan yang cukup lama sudah menemaniku sebagai morning-booster. Masih menggaet Dara Delila, formula dari lagu ini sebenarnya tidak jauh beda dengan “Glimmer Lights Inside The Cuckoo’s Head”. Begitupun nada-nada yang tetap catchy dan menyenangkan ini tetap saja membius telinga dan jariku untuk menobatkannya sebagai salah satu rilisan tunggal tunggal terbaik Medan 2020 ini.

9. Northblock, SNNC – “Distrik Kavaleri Bandit”

Terbentuk, mulai dan melejit dalam satu tahun. Pandemi tidak bisa mengalahkan cepatnya rentetan eksistensi unit hip-hop yang satu ini. Lirik yang mentiko, lekat dengan prokem khas Medan menjadi pendukung dari kenakalan Northblock. Musik yang catchy yang mengingatkan kita dengan nuansa game “Grand Theft Auto” menambah kesan gangsta. Secara pribadi “Distrik Kavaleri Bandit” jadi gacok paling mantap dari Northblock untuk masuk sebagai rilisan tunggal terbaik Medan 2020 ini.

8. Katarsis – “Doa Dosa”

Meski sudah mengeluarkan “Proyek Bangun Tidur” di awal tahun, Katarsis sepertinya lagi-lagi mendapatkan ilham yang mengucur deras di kepalanya. Jadilah lagu yang membuat para pendengarnya meratap pada rapalan ini. Berbeda jauh dengan persona tengil di albumnya, rilisan tunggal yang satu ini rasanya sangat filosofis dan melihat jauh ke dalam diri. Mendengar karya ini rasa-rasanya ada rasa janggal sekaligus kagum bagaimana Katarsis dapat menjadi persona yang sangat berbeda dalam waktu yang sesaat. Begitupun, dengan eksekusi yang sederhana, entah kenapa rapalan yang satu ini terasa begitu magis dan sangat klop dengan karakter suara dari Katarsis.

7. Bucek As Brandal – “Banci”

Musisi asal Binjai yang satu ini tentu saja sudah dikenal dalam kancah musik rock n’ roll di Medan dan Binjai. Meski menjagokan “Sira” sebagai unggulan dalam EP yang dirilisnya, namun telingaku menunjuk “Banci” sebagai salah satu dari rilisan tunggal terbaik Medan 2020. Lirik yang terasa bandel dan sangat jujur akan sikap dan pilihan hidup menjadikan lagu ini, menurutku, terbaik diantara lagu lainnya. Jangan lupakan pula musik yang enak sekali dan tentu saja membuat bergoyang arena depan panggung.

6. Koalisi Para Babon – “Derita Baik”

Satu lagi rilisan awal tahun yang juga sempat terlupa, awalnya. Awal tahun yang sempat dibuka dengan rilisnya lagu ini tentu saja membuat senang bukan kepalang. Bagaimana tidak, tiga orang gila (TarrzanKota, Rajapatianal dan Katarsis) bergabung membentuk unit gila bernama Koalisi Para Babon. Hasilnya? GILA!

5. Eleanor Whisper ft. Mikha Euphivania – “Broken Hearted For Stranger is Such A Feeling That I Adore”

Salah satu rilisan dari Medan yang sempat terlupa luput dari radar saat mengurasi rilisan-rilisan mantap tahun ini. Keputusan untuk mengajak Mikha Euphivania sebagai rekan di lagu ini tentu saja merupakan hal yang cukup cerdas. Hasilnya tentu saja lagu segar dan juga nyaman untuk dimasukkan ke dalam playlist sebagai morning-booster. Meski formula seperti ini sangat lekat dengan “Reality Club” namun tentu saja warna musik dari Eleanor Whisper yang khas membuat lagu ini sukses menjadi rilisan tunggal terbaik Medan 2020.

4. Lily Ayu – “Paralyzed in Paradise”

Meski secara pribadi aku menilai EP dari Lily Ayu yang terasa kurang di sana-sini, namun jika rilisan tunggal itu beda cerita. Mungkin lagu ini persis seperti “carry” dalam sebuah game online, menyelamatkan 4 lagu lainnya yang terkesan tanpa tenaga. Sebagai rilisan tunggal terbaik Medan 2020, dalam EP lagu ini disematkan pada tempat yang tidak seharusnya (entah puncak awal atau akhir). Mungkin saja lagu ini memang diciptakan untuk didengarkan secara tunggal dalam sebuah playlist khusus.

3. The Boxquitos – “Time And Space”

Yang satu ini tentu saja menjadi gacok andalan di tahun ini. Sebagai materi yang baru lahir tahun ini, “Time And Space” menjadi track yang berhasil mempertahankan kenikmatan dari karya-karya dari The Boxquitos sebelumnya: “Under Your Spell” dan “Cannahanna”. Rilisan tunggal terbaik Medan 2020 ini sekaligus menjadi judul dari EP perdana The Boxquitos dan pernah diulas secara utuh di blog ini. Ulasan EP “Time And Space” secara utuh bisa dibaca di sini.

2. Moongazing And Her – “Wallflower”

Wajar saja kalau band yang satu ini berhasil muncul di mana-mana dan gigs dimana mereka main menjadi buruan. Setelah sukses dengan EP perdana yang nikmat di tahun lalu, Moongazing And Her kembali menghadirkan single yang kini lebih kalem namun membuat hanyut. Nikmat sekali. Tidak heran kalau nama Moongazing And Her seakan menjadi rising star di tahun ini sampai turut serta dalam Arsip Sinar Pagi.

1. Nartok – “Mind Travel”

Nama Nartok yang kian naik di ranah hip-hop nasional semakin melejit dan dikenal luas lewat “Mind Travel”. Tentu saja track ini sekaligus menjadi rilisan tunggal terbaik Medan 2020. Rima cerdas, lirik yang pedas, tentu saja dilengkapi dengan ekspresi dari seorang Nartok di musik video “Mind Travel” menjadikannya sebagai sosok tengil absolut. Buatku secara pribadi, ada rasa tersendiri dari seorang Nartok. Lirik-liriknya yang terasa dekat dan jujur disampaikan, rasanya seperti Nartok meletakkan pendengarnya seperti teman tongkrongan. Asyik sekali.

Hal yang disayangkan hanyaah karya-karya Nartok tidak dinaikan ke Spotify, hanya beberapa track kolaborasi salah satunya dengan Basboi. Semoga saja kelak karya-karya seorang Nartok bisa ikut naik ke Spotify (dan media putar musik lain) sekaligus dengan album perdananya yang isunya mulai rampung dan akan rilis tahun ini.

 

Leave a Reply