Ruang Tunggu

Merupa aku bilik sandar kau
Lenganku batu ukir
Bibirku retas nada
Mataku hitam kaca
Namun jemari selalu bagian favoritmu;
Selalu sabana

Tidak ada penghujan yang lebih basah
Pada ketidakberdayaan beranjangsana
Dan bilakah kabut pertanda baik
Jemput aku pada falak

Leave a Reply