Saat Aku Membacakanmu Satu Fantasi

Aku ingin menembus ruang agar kau bersamaku malam ini

Membaringkan riuh neraka kepalamu di atas pahaku yang tidak lebih besar dari baskara

Mengambil alang-alang yang serat-seratnya ditulisi jadi surat-surat, entah untuk binatang malam, peri atau dewa-dewi

Aku bacakan padamu tentang forelsket, saudade dan poronkusema; saat matamu menjadi tanda tanya, segera kujawab singkat: kita

Sayup matamu bukan lelap namun kau larut menenggelamkan dirimu pada ketakutan dan ketidakmampuan kita menatap satu sama lain

Kau selalu cemas karena tidak mempercayai aku yang sedang tidak sepenuhnya percaya padamu. Bisa jadi di kehidupan lalu kita bekerjasama jadi sepasang kriminal. Entah apa yang pernah kita berhasil curi, namun hukuman begitu mahal menjadikan kita sepasang kekasih yang bekerjasama saling mencuri hati satu sama lain

Tubuhmu kian redup antara wujud dan menghilang bersama lembar-lembar petualangan seorang pengembara. Entah kau sibuk menjadi angin, orang asing yang lain, membakar dirimu sendiri atau menjadi kekasih bagi orang lain yang bukan aku. Namun saat aku menulis-bacakan kau sebuah fantasi dari kepalaku, aku yakin kau tahu bahwa aku mencintaimu

Leave a Reply