Sajak Remang-remang

/1/
Aku menunggu kau membuka pintu
Aku ingin mencuri seyum di matamu dengan sopan
Kursi meja puas menertawai sesaat tatapan kikuk

/2/
Pagi ini aku menonton video musik
Malam ini aku ada di dalamnya
Instrumen yang tersisa hanya deru
Sial, tidak bisa aku putar kembali

/3/
Pemerintah mulai bosan dengan kota seribu sungai
Lantas menjadikannya kota seribu galian

Terserah apa saja selama bukan kota seribu kantor

/4/
Orang-orang tiada lagi ramah
Perang-perang di halaman koran pagi
Terang-terang bintang digusur lampu taman
Parang-parang ingin membelah celah rusuk
Seonggok daging tercecer entah dimana setelah melihat senyum kau datang

/5/
Kau menjadi aku
Berbicara dengan aku yang lain
Membicarakan yang bukan aku

Beberapa menit lalu aku berhasil mencuri punggungmu

/6/
Aku menggambar
Jelek jelek potretnya
Aku melagu
Jelek jelek nadanya
Aku menulis
Jelek jelek syairnya

Kata pertama di setiap baris alasan kau tidak mencintaiku

/7/
Aku berhenti bercengkrama dengan pijar
Tiada apapun kecuali berkas kilau rona pipi kau
Dalam dada aku

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply