Sarapan Pagi.

Sarapan yang ditemani hujan dan teh yang memberi sedikit kehangatan. Selayaknya semangkuk penyesalan kepada engkau yang tak sampai kepelukan, namun kita yang tetap merasakan percik kehangatan dalam setiap obrolan. Ah….
Aku, kau, dan rasa yang tak tersampaikan.

Lalu hujan yang tak kunjung berhenti dan semangkuk mi. Serupa dengan dingin di hati karena menanti, namun tetap hangat dengan obrolan dan sapa kala pagi.
Untuk kau yang jauh pergi, ke lain hati

*)Tulisan ini sebenarnya adalah dua tulisan yang terpisah namun ditulis dalam waktu yang berdekatan. Jadi digabungkan saja dalam satu judul ^^v

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply