Tanpa Aba-Aba, SPAM Pameran Kedua!

Hanya berselang beberapa minggu dari pameran pertama, Solidaritas Pameran Anak Muda (SPAM) secara mengejutkan menggelar pameran lagi bertajuk “Vandalism”. Kedatangan pameran kedua ini benar-benar mengejutkan karena pengumuman untuk pengiriman karya yang hanya berselang beberapa hari dari pengumuman berakhirnya pameran pertama. Ternyata ide untuk menyelenggarakan pameran setiap sebulan sekali (dengan tema berbeda setiap bulan) memang sudah direncanakan sejak awal.

Masih dengan konsep yang sama: 21 karya dari setiap artist dan pembukaan di hari pertama yang berisi “acara hore-hore” berlangsung pada 12-17 Desember 2020 dan masih di BB Alin. Namun pameran kedua ini tidak hanya bentuk pengulangan dari pameran yang pertama. Ada banyak sekali yang yang dievaluasi dari pameran pertama. Mulai dari poster pendaftaran karya, flyer, bahkan ada trailer untuk pameran kali ini. Hal ini terasa sangat matang ketimbang pameran pertama yang rasanya seperti tiba-tiba muncul. Aku  juga merasa kalau beberapa hal lain mulai dari partisipasi non-pameran hingga pelaksanaan acara terdapat perkembangan yang baik.

Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Ada yang nonton pameran. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Ada yang genjreng. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Ada sepeda. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Ada pameran. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Ada graffiti. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Jangan lupa absen. Sumber gambar: Pribadi
Pameran Mini Medan Solidaritas Pameran Anak Muda SPAM Vandal
Jangan lupa makan. Sumber gambar: Pribadi

Meski acara terbilang sudah lebih baik ketimbang sebelumnya, namun ada satu hal yang mengganggu. Tidak hanya buatku, tapi beberapa penonton pembukaan pameran yang juga mengeluhkan hal yang sama: sound-system. Rasanya sound-system di pembukaan pameran kali ini lebih serak daripada suara radio transistor. Mungkin biar kelihatan acara kolektif, kali ya?

Dua kali pameran ini diguyur hujan, dua kali pula massa berkurang secara drastis (termasuk aku yang pulang saat hujan). Mungkin karena membuat tempat teduh anti hujan di atas panggung cukup mahal. Satu-satunya tempat untuk “menyelamatkan diri” dari hujan hanya di cafe, namun tentu saja penampil dan penonton rasa-rasanya tidak mungkin untuk melanjutkan acara di dalam cafe.

Semoga pada pameran berikutnya SPAM masih bisa berkembang menjadi lebih baik dengan kejutan-kejutan yang lebih mantap. Bagi yang ingin berkunjung, menantikan atau bahkan ingin berpartisipasi dengan Solidaritas Pameran Anak Muda (SPAM) berikutnya, bisa memantau media sosial mereka disini. Lagi pula hari ini sudah diunggah foto-foto dokumentasi acara yang kualitasnya lebih waras ketimbang foto-foto amatir di tulisan ini. Selamat menikmati!

Leave a Reply