Teleoculi Miopi

Menjadi kini berarti menjadi cepat, dekat, namun maya.
Tapi menjadi kini tak lantas menjadi kita.
Jalan raya dipenuhi tunduk yang kikuk.
Mereka ramai sembari melihat dada sendiri.
Mencari apa yang tersisa dari yang tak pernah hilang.

Kitalah urban itu sendiri, kitalah yang sendiri.
Memenjarakan api dengan telewicara dan linikala.
Membakar sendiri pada kaburnya kabar.
Lalu meledak-ledakan debar yang samar.

Adakah kita? Akankah kita?
Lengkung itu bagai sandar.
Dan titik merupa jarak yang kian melebar.

Apakah kau? Mungkinkah kau?
Aku menerka-nerka dibalik layar gawai.
Menangkup tangan untuk sebuah andai.

Leave a Reply