TIK-TOK

/1/
Hujan mengetuk enggan atap, pelan.
Bunyinya nyaring, seperti senyum kau memanggil nama yang bukan aku.
Gelap membawa dingin dan seorang yang memeluk hampa menjadi rindu pada kemarin.

/2/
Saat jam berpelukan di duabelas, biasanya kau yang iri datang pada aku.
Aku tidak pernah tahu ada suatu bernama malam, jam tetap duabelas tapi percakapan kita tetap sore.
Hangat dan jingga, kau dan aku.
Seperti teh, seperti kita.

/3/
Aku tak tahu malam nyatanya bisa selama ini.
Selama kau merindu masa lalu,
Selama kau merasa masa kini,
Selama kau mencari masa depan.

Tapi melihat fotomu dan membaca ulang percakapan kita pun bisa lebih lama dari ketiganya.

Dan tahukah kau apa yang lebih lama?
Memberanikan aku menyatakan padamu.

/4/
Malam ada agar kita tahu ada sunyi, ada gelap panjang yang membutakan, ada rindu pelan-pelan hujan pada atap, cerita jalanan yang menyedihkan, nasib para urban yang menyakitkan.

Kau ada untuk melemparkan semuanya tepat padaku.
Sekaligus.
Dan aku tetap menyukaimu.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply