pojok kata

Looking stars

Percobaan Kematian II

Betapa Tuhan begitu adil. Dia membuatku merapal seluruh namanya malam ini. Malam ini milik lampu-lampu depan mataku, jaket lusuh koyakku, darah tanganku dan pembatas jalan entah di kilometer berapa. Baring yang lebih tenang ketimbang janji di tiap tahajud. Betapa Tuhan…
Selengkapnya >>
Looking stars

Percobaan Kematian I

Pantik sepi kalang sunyi Jentik api kelang pati Risau haru pacu biru Igau menderu pecut sembilu Pecah kaca buncah di raga Asah durja pecah di dada Isak siapa merengkuh nestapa Ajak niskala tempuh neraka Puan tuan jalan dan abaikan Enggan…
Selengkapnya >>
Happy face signal.

Di Atas Perut Ibuku

Di atas perut ibuku, termangsa dimangsa Di atas perut ibuku, rekayasa genetika Kerakusan kami juga harus berkasta Mangsa mangsa olahan dengan berbagai nama Wagyu, premium, ala bintang lima Pekerja dimakan nota dan angka Mati dibawah standar gizi jelata Namun belas…
Selengkapnya >>
pekerja di jalan

Kota yang Rawan Gerimis

Penulis persis pengemis bengis Kami kehilangan kata-kata Terperas hingga mendesis, dicuri entah siapa Jemari menghamba duka Bacalah kata bagi pertanda maka kau akan percaya Seorang penulis menyalak berbanjir tangis Catatannya lebur dalam kotak makan siang Beritanya: Seseorang kehilangan kekasih tepat…
Selengkapnya >>
Looking stars

Untitled #49

Di atas tanah tandus Sekumpulan kau berdiri Menjadi tanda tanya Bertanya tanda-tanda Angin rapalan yang berhembus Hanyalah bising sana-sisi Dan ritus yang berjalan setapak Hanya kerumun asing tanpa nama Takhayul telah dicukupkan lupa Sebagai kisah-kisah pengantar tidur paling fasih Keinginan…
Selengkapnya >>
Malam Besar Hujan Kata-kata Degil House Medan

Untuk Kata Yang Diperintah Sedih

Hari ini dan hari yang lain Tiap kata diperintah sedih Mereka dituliskan sebagai bentuk paling pedih Lalu dibagikan lewat awan-awan, kertas-kertas, gambar-gambar Oh, kopi, senja, hujan, pornhub Diari visualku hanyalah tulisan dan hitam putih Agar semua orang kira aku yang…
Selengkapnya >>
Malam Besar Hujan Kata-kata Degil House Medan

Indie Paling Indie

Di sebuah cafe mahal kau duduk Beriringan dengan musik dari band dengan embel senja Menatap panorama dengan buku yang terus kau elus, elus, elus   Pada foto-fotomu pujian bagai niagara Dengan merendah-rendahkan hati ujarmu Ini hanya candid   Apa secara…
Selengkapnya >>
Abandoned

Hutan Cuaca

Akulah yang peduli udara dan laut Ku kabarkan tentang paus, camar Dan sampah yang perut mereka isi Lalu pakailah barang dagangku Yang menghasilkan limbah-limbah besi   Akulah yang peduli semen dan tambang Ku kabarkan legam sungau Dan kematian di lubang-lubang…
Selengkapnya >>
Joy of missing out

Balada Kolektiva

Senang teramat karena sunyi Tiada senar yang mendampingi Karena yang aku ingin dihujan kata Bukan berisik suara-suara Bacakan puisi cukup hanya dua Sisanya bernyanyi hingga pagi tiba Oh, rutinitas hari minggu Yang pelan-pelan jadi dua minggu Kini hilang arah berminggu-minggu…
Selengkapnya >>
pekerja di jalan

Berbicara pada Si Hidup

Jangan putar berulang nyanyian hantu-hantu Kepala mereka silam ditembus peluru Lembar memori lenyap dibakar jadi debu Tahan menunggu jadi benalu di istanamu Tidak ada hak mereka ditanyakan Tidak perlu susah mereka dijawabkan Karena kuasa berhak menghidup-matikan Agar abadi pati takut…
Selengkapnya >>