Untitled #23

Kasih, maafkan aku menduakanmu dengan sebatang kretek.

Kenyatannya sebatang putih kekuningan ini punya ribuan racun. Membunuhku perlahan dengan menenangkan. Suatu yang biasa seorang dokter merapal vonis kematian karena kretek sialan ini.

Ketimbang kau, kasih. Bahkan aku tak tahu kau membiarkanku mati atau tetap hidup begini. Rindu padamu lebih menyesak daripada kepulan yang menghitamkan paru. Namun mati karenamu penuh kegusaran, kau ingin menumbuhlayukan atau menghidupmatikan aku juga tak tahu.

Kasih…
Bahkan telapak tangan kita belum pernah sedekat kretek diantara dua jariku.

Leave a Reply