Untitled #29

Malam lalu kau menemuiku dalam mimpi.
Kita berdua saja berjalan-jalan entah dimana.
Aku sangat ingat ketidakmampuan bibirku untuk mencintaimu.
Dan ketidakmampuan seluruh kau mencintaiku.

Malam lalu kau menemuiku dalam mimpi.
Peluk itu senyata jarak yang kita ciptakan sendiri.
Dan senyata percakapan kita yang tergantikan keriuhan kepala dan kejenuhan hati.

Malam ini kau menemuiku sebagai puisi.
Kau tak ku kenali lagi.
Aku menunggu (kau) yang tak ada lagi.

Leave a Reply