Untitled #31

Satu hal yang aku suka dari desa kecil ini adalah aku masih bisa melihat bintang, walau tak sehening dulu sebelum datang hiruk suara mesin yang menderu di jalan-jalan. Kemudian aku berandai-andai bintang mana yang sedang kau lihat jua.

Namun aku ingat kotamu punya cakrawala berbeda, benar temaram kala mentari tak disana. Kau menuju atap rumahmu, atau terkadang menaiki gedung paling tinggi di kotamu lalu menatapi jalan-jalan, keramaian dan cahaya kotamu sembari berandai-andai kelak dimana kau-aku akan bertemu.

Jelas caraku melihat ke atas dan kau yang melihat ke bawah berbeda, namun kepala-kepala yang merenung antara desa-kota pada cahaya lembut merasuk dada ini percaya bahwa kelak desa-kota akan menjadi kita.

Leave a Reply