Untitled #34

Dalam mengagumi, seringkali hal-hal bodoh terjadi. Dan berulang kali. Semisal ketidakmampuan untuk menyapa, padahal nyatanya sesama manusia biasa. Membacakan bait-bait sajak, padahal nalar menyadari bahwa sesungguhnya puisi adalah tempat paling sepi dari keriuhan dunia dan kepala, bukan untuk kejumawaan diri. Atau mungkin menelan ludahku sendiri atas gurau-caci dari kesalahan-kesalahanmu di masa lalu.

Dan kebodohanku yang membuatku menuliskan entah-apa-ini, lelaki yang tak pernah merantau ini memimpikan langit kotamu.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply