Untitled #35

Langit-langit perayaan selalu penuh dengan kembang api, dan sebagaimana mestinya ia terbakar dan melesat dalam sekejap, membuat kita silau dengan kegembiraan sementara, kemudian hilang begitu saja.

Namun sayang, hari itu sumbuku gagal tersulut. Kau memantiknya lalu dengan tega jari kecilmu mematikannya. “Iseng”, katamu. Oh, betapa aku ingin menjadi kebahagiaanmu yang sebentar itu. Sulut aku sekali lagi. Padamkan aku lagi. Terserah kau saja.

Bagikan ke teman >>

Leave a Reply