Untitled #49

Di atas tanah tandus
Sekumpulan kau berdiri
Menjadi tanda tanya
Bertanya tanda-tanda

Angin rapalan yang berhembus
Hanyalah bising sana-sisi
Dan ritus yang berjalan setapak
Hanya kerumun asing tanpa nama

Takhayul telah dicukupkan lupa
Sebagai kisah-kisah pengantar tidur paling fasih
Keinginan untuk bertemu dengan yang Maha
Menjadi ketulusan buta teramat fasik

Detik-detik setelah para Maha mati
Mereka hidup jadi etimologi, karya seni dan kantong pundi
Namun kau coba hidupi
Modal internet dan paham astrologi

Nyanyian rural terdengar bagai racau yang parau
Namun ode bardik jadi gerung teramat merdu
‘Tak sadarkah saat yang kau sembah beda pulau
Sesosok kuyang dan palasik di sudut kamar melengos melihatmu

Oh, Puan
Maukah kau berhenti membaca American Gods?

Leave a Reply