Urgensi Investasi bagi Musisi

Panggung-panggung kecil mulai bermunculan, poster-poster gigs semakin ramai dibagikan, bahkan sesaat sebelum meninggalkan Medan, ada satu-dua panggung yang jadwalnya berurutan. Tidak hanya musik, namun juga pameran seni rupa. Seolah dunia akan berakhir atau setidaknya peraturan tentang kesehatan yang berganti lagi. Peraturan tentang protokol kesehatan yang melonggar dan momen “punggahan” menjadi alasan ramainya skena seni beberapa waktu ini, jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa membuat gigs, dalam diam kami sepakat.

Hidup (Sempat) Berakhir di 2019

2019 menjadi tahun yang memiliki arti sendiri. Tidak hanya menyoal pandemi, namun juga industri pertunjukan. Bagaimana alasan berkerumun menjadikan industri pertunjukan padam begitu saja dan bahkan masih belum menemukan titik baliknya sampai saat ini. Saya sendiri masih ingat ada suatu waktu teman-teman ramai membagikan foto suasana konser dan keriuhan berbagai acara yang terkumpul di berbagai arsip digital mereka, seakan-akan hidup (yang menyenangkan) berakhir di 2019.

Seperti fenomena gunung es, hal yang terlihat di puncak mungkin hanya pada sosok yang tampil di atas panggung, namun kenyataannya ada banyak sekali imbas pada sosok-sosok yang ada di belakang panggung. Mulai dari soundman, crew, bahkan event organizer tersapu rata, mati akibat pandemi. Beberapa mungkin masih selamat dengan tabungan atau beralih karir. Namun beberapa yang lain mati-matian untuk bisa menyambung hidup. Tidak jarang awal-awal pandemi banyak kabar-kabar seperti artis yang mulai kewalahan menggaji crew atau bahkan beberapa artis yang menjual alat-alat produksinya.

Bukan Sekadar Menabung

Dengan keadaan industri pertunjukan yang padam beberapa tahun terakhir, rasanya sulit sekali jika hidup hanya tabungan hasil dari panggung ke panggung. Royalti dari streaming platform? Percayalah, tidak sebesar itu. Untuk mendapatkan $1 saja ada yang butuh untuk memutar lagu ratusan kali, ditambah dengan beberapa syarat aneh tentunya. Apalagi dengan mengandalkan “investasi” berupa alat-alat musik? Ayolah, kebanyakan instrumen harganya justru turun setelah dibeli, apalagi dengan kondisi yang “minus” akibat pemakaian? Tidak ditawar “harga teman” saja sudah syukur.

Definisi dari “investasi” ini justru patut diluruskan di kalangan teman-teman yang acap kali tertukar dengan “alat produksi”. Benar keduanya sama-sama memiliki nilai ekonomi, namun tentu saja punya nilai yang akan berbeda jika dilihat dari waktunya.

“Uang yang nilainya satu miliar di hari ini, nilainya beda dengan satu miliar di masa depan. Uang satu miliar di hari ini, nilainya juga beda dengan uang satu miliar dari masa lalu,” begitu jelas Mas Panji dari Stockbit yang menjelaskan saat kelas bersama Blogger Medan yang bertema “Blogger Juga Bisa Investasi Saham”. Panji juga menjelaskan bahwa investasi juga menjadi salahs atu cara untuk mencapai financial freedom dan bertahan dari berbagai hal yang membuat nilai uang menurun, salah satunya inflasi.

Investasi Lebih Mudah di Stockbit

Bagi teman-teman musisi atau seniman, mungkin rasanya sulit sekali untuk belajar dari awal tentang investasi, khususnya investasi saham. Dengan ramainya berita “tipu-tipu” berkedok investasi, tentu saja kekhawatiran untuk menyimpan uang terlebih menginvestasikannya di platform digital. Namun tenang, Stockbit merupakan salah satu lembaga sekuritas yang sudah dijamin oleh OJK.

Untuk mendaftarnya sendiri bukan hal yang sulit. Berbeda dengan sekuritas lain, melakukan investasi di Stockbit bisa dilakukan melalui smartphone dan saya sendiri memerlukan waktu kurang dari 24 jam. Namun ingat, untuk berjaga-jaga, sediakan dahulu akun Bank BCA atau Bank Jago sebagai akun RDN untuk memulai investasi di Stockbit.

Bagi para pemula, tenang saja. Stockbit juga memiliki halaman khusus untuk pemula khususnya millenial untuk mengenal lebih jauh mengenai investasi saham di Stockbit Snips yang juga mudah diakses dari smartphone. Tentu saja bagian favorit dari Stockbit Snips ini adalah meme-nya yang sangat segar dan menghibur untuk materi dari investasi saham yang cukup berat dan banyak.

Secara keseluruhan, investasi tidak hanya dibutuhkan oleh para musisi atau orang yang bergerak di industri pertunjukan saja. Namun dengan berinvestasi, setidaknya kita bisa mengamankan nilai dari harta kita dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti inflasi dan juga imbas pandemi.

Mailing List

Bergabung dengan mailing list untuk info artikel terbaru langsung dari email.
Bagikan ke teman >>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *