Yang Bersembunyi di Kilometer 56

Rentak juang dan kepalan terseok berjejalan.
Arak-arakan berdesing lantang merentak hadirat.
Tancap dan ikat itu puluhan totem keberuntungan.
Harap tuan membawa kami pada selamat.
Harap tuan tidak biarkan kami sekarat.

Maka begitulah suara-suara berjalan hingga jauh
dan gema nyanyi-pekik kemarin masih aku baca setiap hari.

Tuan selalu bersiasat.
Tuan selalu punya muslihat.

Pagi ini aku temukan bibir kami bersembunyi di balik
“RUKO INI DISEWAKAN
SILAHKAN MENGHUBUNGI XXXXXXXX”